Jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, apakah android 5.0 akan menggunakan nama key lime pie atau tidak.
Tuesday, December 4, 2012
Pegawai Google Konfirmasi Adanya Nama Android Key Lime Pie
Jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, apakah android 5.0 akan menggunakan nama key lime pie atau tidak.
Pegawai Google Konfirmasi Adanya Nama Android Key Lime Pie
Jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, apakah android 5.0 akan menggunakan nama key lime pie atau tidak.
Monday, December 3, 2012
5 Miliarder Indonesia yang Hartanya Melonjak Drastis
![]() |
| 5 Miliarder Indonesia yang Hartanya Melonjak Drastis |
Pertambahan harta orang-orang superkaya Tanah Air itu bukan cuma di kisaran ratusan juta dollar. Terlihat dalam daftar tersebut, beberapa pengusaha berhasil meraup tambahan kekayaan fantastis, mencapai lebih dari USD 1 miliar (setara Rp 9,5 triliun) hanya dalam waktu setahun.
Peningkatan kekayaan itu dicapai melalui strategi bisnis yang lihai dari para pengusaha ini. Namun, ada kesamaan dari para miliarder yang kekayaannya bertambah dalam waktu singkat. Mereka rata-rata pelaku usaha yang tidak merambah sektor pertambangan.
Tahun ini seakan isyarat lampu kuning bagi pengusaha sektor mineral seperti batu bara, karena banyak dari mereka melorot posisinya di daftar Forbes dibanding tahun lalu. Sebaliknya, pengusaha yang bergerak di sektor kimia, transportasi, atau media massa sukses meroketkan jumlah kekayaannya.
Berikut daftar lima miliarder Indonesia yang hartanya melonjak drastis dibanding tahun lalu, seperti dilansir Forbes:
1. Anthoni Salim
Putra mendiang jutawan legendaris Liem Sioe Liong (lantas ganti nama menjadi Sudono Salim) ini berhasil menaikkan harta keluarganya gila-gilaan. Tahun lalu, kekayaan bersih Anthoni 'cuma' USD 3,6 miliar. Alhasil posisinya dalam daftar Forbes pada 2011 berada di peringkat lima.
Tahun ini, harta Anthoni dan keluarga Salim bertambah USD 1,6 miliar, dan dia naik satu peringkat menjadi orang terkaya keempat di Indonesia. Forbes menilai tambahan kekayaannya meningkat pesat lantaran investasi luar negeri yang efektif, semisal pembangunan pabrik pengolahan mi instan merek Indomie di Yordania.
Kesuksesan Grup Indo, mencakup Indomobil sampai jaringan ritel Indomaret, yang juga dikomandoi Anthoni turut berperan menambah pundi-pundi uangnya, sehingga bisa meningkat drastis menjelang akhir 2012.
2. Sri Prakash Lohia
Pengusaha yang dahulu imigran asal India ini bukan nama baru dalam daftar 40 orang terkaya Tanah Air bikinan Forbes. Namun, dari segi pertambahan kekayaan, Sri Prakash termasuk yang paling moncer.
Tahun lalu, adik ipar taipan India Laksmi Mittal ini berada di urutan ke-13 orang terkaya Indonesia. Pada 2012, lelaki 60 tahun ini berhasil naik tujuh peringkat. Hartanya bertambah USD 1,3 miliar dalam waktu kurang dari setahun.
Pemilik grup Indorama Ventures yang banyak membuat kain berbahan polyester ini sukses mengakuisisi Old World Industries Inc, pabrik kimia terkemuka asal Inggris, di awal 2012. Miliarder yang sehari-hari menetap di Inggris itu juga meraup untung besar dari produksi Indorama Eleme Petrochemichals, anak perusahaannya yang berada di Nigeria.
3. Chairul Tanjung
"Si anak singkong", demikian Chairul menjuluki dirinya sendiri saat meluncurkan otobiografi ketika berulang tahun ke-50 beberapa bulan lalu. Tidak hanya menghebohkan masyarakat lewat bukunya, bos stasiun televisi Trans TV dan Trans 7 itu kembali bikin geger karena berani membeli 100 persen saham jaringan ritel raksasa PT Carrefour Indonesia, pertengahan November kemarin.
Harta pria kelahiran 16 Juni 1962 ini memang terus menanjak. Tahun 2008, harta kekayaannya masih sebesar Rp 5,6 triliun. Dengan total harta tersebut, CT - panggilan akrabnya yang lain - berada di peringkat 13 orang terkaya Indonesia. Setahun kemudian, hartanya menjadi Rp 8,9 triliun. Lantas pada 2010, harta miliarder ini naik menjadi Rp 9 triliun.
Dia tercatat berani meminjam uang dalam jumlah tak main-main, termasuk berutang ke 10 bank internasional sebesar USD 750 juta buat membeli Carrefour. CT juga tak segan bergerak di banyak bidang, tak cuma televisi, namun juga properti dan finansial.
Tahun ini harta CT menembus USD 3,4 miliar atau setara Rp 32,6 triliun. Dengan total kekayaannya itu, Chairul Tanjung dinobatkan sebagai orang terkaya nomor lima di Indonesia versi Forbes.
4. Soegiarto Adikoesoemo
Soegiarto Adikoesoemo adalah pemilik AKR Corporindo, yang mayoritas usahanya di sektor kimia. Hartanya sempat melonjak tahun lalu imbas keterlibatannya di sektor batu bara beberapa tahun terakhir.
Ketika harga batu bara mulai menunjukkan penurunan awal 2012, Pak Gik, demikian dia biasa disapa keluarga dan koleganya, langsung banting setir. Pria asal Malang berusia 72 ini memilih fokus menggenjot produksi petrokimia dan distribusi minyak yang dikelola banyak anak perusahaan AKR.
Langkah bisnis cerdasnya yang lain adalah menjual Sorini, produsen sorbitol dan petromikia ke Cargill senilai USD 247 juta pada 2010. Soegiarto juga memiliki perusahaan properti, AKRLand Development yang mengoperasikan hotel di Bali dan Manado.
Beberapa keputusan bisnis tersebut secara jitu mengatrol kekayaannya. Harta penggemar berat seni lukis ini bertambah, dari yang tahun lalu USD 770 juta, tahun ini menjadi USD 1,15 miliar.
5. Kusnan dan Rusdi Kirana
Duo saudara Kusnan dan Rusdi Kirana sempat terbuang setahun dalam daftar 40 orang terkaya Tanah Air. Bos maskapai murah Lion Air itu tahun ini kembali merangsek dan sukses menapaki posisi ke-33 dalam daftar Forbes dengan kekayaan USD 900 juta.
Harta mereka bertambah USD 320 juta dibanding dua tahun lalu, terutama karena kinerja yang bagus dari Lion Air. Maskapai ini berhasil menjadi pemimpin pasar penerbangan Tanah Air, jauh meninggalkan maskapai pelat merah Garuda Indonesia, dengan menguasai 51 persen pangsa pasar.
Duo pengusaha ini sekarang sedang bersaing ketat dengan raksasa penerbangan murah lain di Asia, yaitu AirAsia milik Tony Fernandes asal Malaysia. Buat menghadapi persaingan tersebut, Kusnan dan Rusdi tidak tanggung-tanggung membeli 230 unit pesawat produksi Boeing. Bahkan, penandatanganan pembelian disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Barack Obama.
Selain mengelola maskapai, mereka juga menyewakan beberapa jet pribadi. Keduanya tahun depan berencana meresmikan maskapai penerbangan premium anyar Batik Air yang targetnya menyasar orang kaya dan turis asing berkocek tebal.
4 Cara Akses Internet di Daerah Tanpa Internet
![]() |
| 4 Cara Akses Internet di Daerah Tanpa Internet |
Huffington Post (20/11) melansir bahwa internet dan jaringan komunikasi di Suriah lumpuh sejak beberapa hari lalu. Seorang peneliti yang juga pernah menjadi aktivis ketika 'pemadaman' internet di Mesir pada tahun 2011 lalu mengatakan bahwa ada cara lain agar orang-orang yang ada di Suriah dapat kembali mengakses internet.
Peneliti yang bernama Jacob Applebaum tersebut menjelaskan bahwa ada kemungkinan pemerintah Suriah ada di balik lumpuhnya internet tersebut. Namun, realitanya, pihak pemberontak dan pemerintah saling melemparkan tanggung jawab serta saling tuduh bahwa salah satu pihak adalah biang keladinya.
Untuk kembali dapat mengakses internet ada 4 hal yang dapat dilakukan menurut penuturan Applebaum.
Menggunakan koneksi satelit
Dikarenakan koneksi via satelit berbeda dengan sistem jaringan darat, maka ketika terjadi
'pemadaman' internet, orang-orang masih dapat mengaksesnya dengan menggunakan tranceiver.
Perangkat ini nantinya harus dihubungkan dengan modem satelit portable. Hanya saja, penggunaan layanan ini sangat mahal. Applebaum menjelaskan bahwa kemungkinan biaya yang harus ditanggung oleh penggunanya sekitar USD 7 /MB.
Menggunakan jaringan telepon
Menurut Applebaum selama jaringan telepon masih berfungsi, maka begitu pula dengan dengan internet. Walaupun mobile service down dan jaringan diawasi oleh pihak tertentu namun masih ada cara lain untuk menciptakan akses keluar.
Dia menyarankan untuk mencari jalur leases atau jalur yang biasanya digunakan oleh pihak tertentu untuk saling berkirim informasi atau data rahasia. "Biasanya jalur ini digunakan oleh bank-bank besar.
Menggunakan sistem Legacy dan X.25
Sebelum IP standard banyak digunakan, pengguna internet rata-rata menggunakan sistem x.25 untuk mengirimkan data. Sejak banyak digunakannya IP standard maka penggunaan sistem seperti ini tidak lagi populer dan ditinggalkan.
Oleh karenanya, walaupun terjadi 'pemadaman' internet, sistem ini tidak terpengaruh dan akan masih tetap berjalan.
Menggunakan Sneakernet dan radio
Apabila semua cara di atas gagal, maka satu-satunya cara terakhir adalah dengan menggunakan teknologi tingkat rendahan yaitu memakai jaringan radio dan sneakernet. Memutuskan aliran internet di suatu negara bukan berarti sinyal radio juga ikut terputus.
Dengan menggunakan sinyal radio maka ada kemungkinan juga dapat mengakses internet walaupun dengan proses akses yang membutuhkan kesabaran. Selain menggunakan sinyal radio, penggunaan sneakernet juga dapat membantu proses pengiriman paket data ke luar wilayah.
Skema Pranala dan PageRank
Unjuk gigi dengan kosa kata baru yang diberi nama pranala. Pranala merupakan setiap bagian pautan/tautan informasi ke bagian informasi yang lain melalui internet, dimana dalam HTML tautan dilambangkan oleh elemen <a> (Pranala — Wikipedia.org). Sedangkan peringkat halaman lebih dikenal dengan istilah PageRank. Perlu menjadi perhatian bahwa “PageRank” yang dimaksud pada posting ini bukan dinilai dari peringkat 1 sampai 10. Tetapi lebih diarahkan kepada peringkat situs web atau blog dalam hasil pencarian. Bukan berita baru, tapi masih hangat sampai sekarang, apalagi dengan pembaharuan algoritma panda (Februari 2011)& kemudian disusul dengan penguin (April 2012) oleh Google.
Landasan Teori
Peringkat situs Anda dalam hasil pencarian Google sebagian didasarkan pada analisis situs-situs yang menautkan ke Anda. Kuantitas, kualitas, dan relevansi pranala mempengaruhi peringkat Anda. Situs yang menautkan ke Anda dapat memberikan konteks tentang subyek situs Anda, & dapat menunjukkan kualitas dan popularitas.
Kemudian dikatakan pula bahwa beberapa hal dari skema pranala yang dapat berdampak buruk pada peringkat situs web atau blog dalam hasil pencarian, antara lain:
- Membeli atau menjual pranala yang lulus PageRank
- Bertukar pranala secara berlebihan
- Membuat pranala ke situs spammer atau yang tidak ada hubungannya dengan konten dengan maksud untuk memanipulasi PageRank
- Membuat halaman mitra khusus untuk saling berbagi pranala.
- Menggunakan program otomatis atau layanan untuk membuat pranala ke situs web atau blog Anda.
Apabila pranala dalam situs web atau blog kita termasuk dalam salah satu daftar di atas, kemungkinan besar mesin penelusur akan menganggapnya sebagai skema pranala yang negatif, kecuali:
- Menggunakan robots.txt untuk memblok URL tersebut.
- Penggunaan JavaScript.
- Meta tag header
<meta name=“robots" content=“nofollow"/>untuk seluruh halaman. - Atribut
rel="nofollow"bagi pranala yang bersangkutan. - Pengalihan sementara URL melalui 302 (poin ini saya belum/tidak mengerti).
Studi Kasus
Bagaimana apabila sebuah posting dalam situs web atau blog menggunakan pranala yang merujuk kepada situs luar? Hal ini dapat berhubungan dengan sebagian/keseluruhan pemakaian teks dan/atau kode dalam isi posting.
Menurut Optimasi Blog bahwa Search Engine Optimization (SEO) bukan didasarkan pada penilaian yang kaku (‘saklak’) mengenai pemahaman makna sebenarnya dari SEO itu sendiri, seperti hanya melihat pada sudut mesin penelusur serta sejumlah usaha keras utak-atik untuk mendapatkan peringkat dalam hasil organik.
Dan pranala yang dimasukkan memiliki sedikit sekali hubungan dengan isi posting.

Bagaimana dengan kasus pranala dalam tubuh — header, footer, widget, atau sejenisnya — blog, seperti rekomendasi mitra & iklan (teks atau gambar)? Meskipun pada pranala rekomendasi mitra telah disebutkan secara implisit bahwa asal “tidak berlebih-lebihan”, namun — secara eksplisit — kita tidak tahu berapa jumlah pranala (eksak) yang dikategorikan “tidak berlebih-lebihan” tersebut. Sedangkan iklan teks maupun gambar (banner) digolongkan pada skema pranala yang negatif, sehingga direkomendasikan untuk menggunakan atribut <rel="nofollow">. atau menggunakan JavaScript.
Paragraf di atas pasti banyak menimbulkan kontradiksi, terutama bagi sebuah situs web atau blog yang biasa melakukan tukaran pranala (link), untuk langkah selanjutnya perlu agar tidak gegabah dalam menjalankan aktivitas timbal balik itu. Kemudian bagi situs web atau blog yang mungkin memiliki mata pencaharian dari iklan teks (blogroll atau gambar (banner), ini merupakan dilema & sangat menarik untuk kita diskusikan.
Bagaimana jika kita mendaftarkan situs web atau blog ke sebuah layanan direktori? Berdasarkan beberapa posting atau artikel yang saya baca, selama direktori itu tidak mengharuskan pendaftar menempatkan pranala timbal balik (reciprocal link) maka dapat dikaregorikan hal itu bukan termasuk dalam skema pranala yang negatif.
Bagaimana kedudukan pranala yang diletakkan dalam formulir komentar sebagai tanda tangan? Mari kita tinjau bersama hal ini melalui penerapannya secara nyata. Cobalah berkomentar di sebuah situs web atau blog (Blogger™) sebagai “Anonymous”, kemudian letakkan pranala promosi sebagai tanda tangan. Besar kemungkinan komentar itu tidak langsung tampil pada daftar komentar, oleh karena dianggap sebagai spam. Yah, walaupun setiap atribut dalam pranala komentar adalah <rel="nofollow">. Selanjutnya ini akan menjadi landasan pengelola untuk menghapus setiap komentar dengan melampirkan pranala tanda tangan promosi ke situs web atau blog komentator. Perlakuan yang sama juga mungkin diterapkan bagi para komentator yang memasukkan kata kunci pada nama, ketika berkomentar sebagai “Name/URL”. Apalagi jika isi komentar sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi posting.
Simpulan
Skema pranala yang lulus PageRank, boleh jadi akan menjadi acuan mesin penelusur dalam menilai sebuah konten dalam situs web atau blog, namun tidak harus selalu dilakukan jika kita memanfaatkannya dalam bentuk kutipan dan/atau mengulang posting (repost), baik dalam bahasa lokal maupun bahasa lain. Dan jelas ini merupakan penghargaan pada suatu hak cipta. Sedangkan di sisi lain, setiap usaha yang dilakukan untuk menghindari pranala dari indeks mesin penelusur — mungkin — hanya berlaku pada pranala yang sifatnya sebagai rekomendasi.
Sebagian/keseluruhan dari studi kasus di atas merupakan wacana bagi kita dalam memberi perlakuan pada beberapa skema pranala. Dan sadar atau tidak sadar masih banyak kasus nyata di luar sana yang mempunyai pola serupa, namun belum/tidak terungkap dalam uraian posting ini. Opini bukan merupakan jawaban, sehingga sangat layak dipromosikan sebagai bahan diskusi tanpa meninggalkan hal yang mendasar dari sebuah informasi, yakni “tidak menjadi pembenaran, tetapi menemukan kebenaran”.
Bahan Bacaan: Selengkapnya tentang beberapa bacaan yang terkait dengan posting ini dapat ditemukan pada Information about buying and selling links that pass PageRank oleh Matt Cutts & Maile Ohye — Webmaster Central Blog.



