Masuk
Showing posts with label SEO. Show all posts
Showing posts with label SEO. Show all posts

Friday, December 7, 2012

Ini Dia Sejarah Seach Engine Optimization (SEO)

Ini Dia Sejarah Seach Engine Optimization (SEO), - Atau dikenal dengan search engine pesin mencari di internet dengan keyword yang diinginkan. Silahkan baca selengkapnya tentang sejarah search engine yang ada saat ini. Pada masa-masa awal diperkenalkannya internet, saat itu search engine belum lah ada. Bahkan pada masa itu, internet tidaklah semudah, secanggih, dan se-nyaman seperti saat ini. Internet saat itu tidak lebih dari sekumpulan situs FTP (File Transfer Protocol). Saat itu, internet tidak lebih dari sekedar tempat untuk mendownload atau mengupload file.

http://mereund.blogspot.com
Ini Dia Sejarah Seach Engine Optimization (SEO)
Karena saat itu search engine belum ada, maka saat seorang user ingin mencari suatu file di internet, dia harus mencarinya sendiri. Yaitu dengan cara mengakses situs, kemudian menelusuri setiap folder yang ada di situs tersebut, kemudian melihat-lihat apakah situs tersebut menyimpan file yang di butuhkannya.

 Jika ternyata file tersebut tidak ditemukan di situs yang sedang dikunjunginya, berarti dia harus mencarinya di situs yang lain, dan menelusuri setiap folder yang ada di situs lain tersebut. Dan seterusnya, hingga dia berhasil menemukan file yang dicarinya.

Nah… kebayang ga? Betapa melelahkannya, dan bisa membuat orang jadi frustasi. Hanya untuk menemukan satu file saja, seorang user harus rela menghabiskan waktu dan tenaga yang begitu banyak. Semua kendala dan kesulitan ini, akhirnya membuat seorang mahasiswa dari Universitas McGill di Montreal akhirnya memutuskan untuk mencari cara yang lebih mudah.

Dan akhirnya, pada tahun 1990, Alan Emtage nama si mahasiswa itu, berhasil membuat sebuah search tool pertama yang bisa digunakan di internet. Tool buatannya itu bekerja dengan cara mengumpulkan, dan kemudian mengindex nama setiap file yang ada di suatu situs. Data index ini kemudian disimpan kedalam sebuah database.

Berkat toolnya ini maka, saat seorang user ingin mengetahui apakah file yang dicarinya ada di dalam situs yang sedang dikunjunginya, user tersebut tidak perlu lagi mencarinya dengan cara menelusuri setiap folder atau membaca setiap nama file yang ada. Dia cukup mencarinya didalam database yang telah di buat oleh Alan Emtage tadi. Cukup dengan mengetikkan nama file yang ingin dicari, maka user tersebut akan tahu apakah file tersebut ditemukan, atau tidak.

Nah… kebayang tidak, betapa membantunya tool yang dibuat oleh Alan Emtage ini. Tool ini bernama Archie. Apakah Archie sudah sama seperti search engine yang ada saat ini? Belum, Archie masih jauh dari apa yang saat ini kita kenal sebagai search engine.

Pada tahun 1991 Mark McCahill dari University of Minesota mengemukakan pemikirannya, katanya… jika kita bisa mencari sebuah file di internet, berarti kita juga pasti bisa mencari text tertentu di internet. Dalam pemikirannya, kita bisa melakukan itu dengan cara mengindex text-text tertentu, dan menyimpan alamat file aslinya sebagai referensi.

Karena saat itu belum ada program yang mampu melakukan hal itu, maka Mark McCahill kemudian membuatnya sendiri. Dia menamakan program tersebut Gopher, yang mengindex file-file text di internet, yang kemudian akhirnya menjadi website pertama yang bisa diakses secara bebas di internet. Dengan dibuatnya Gopher ini, maka program lain pun dibutuhkan.

Program ini dibutuhkan untuk menemukan file yang direferensikan oleh index yang di buat oleh Gopher. Terciptalah Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Net-wide Index to Computerized Archives) dan Jughead (Jonzy’s Universal Gopher Hierarchy Excavation and Display). Dua program ini dibuat dengan tujuan untuk mencari dan menemukan file yang direferensikan oleh index yang dibuat Gopher.

Veronica dan Jughead bekerja dengan cara yang sama, yaitu membuat user bisa mencari informasi yang terdapat di dalam index berdasarkan kata kunci atau keyword. Dari kedua program inilah asal mula search engine yang saat ini kita kenal. Tentu saja setelah melewati berbagai proses pengembangan dan perbaikan

Pada tahun 1993, akhirnya the real search engine yang pertama kali berhasil dibuat, search engine dengan bentuk seperti search engine yang kita kenal saat ini. Search engine ini dikembangkan oleh Matthew Gray, dan diberinya nama Wandex. Wandex adalah program pertama yang berhasil mengerjakan dua tugas sekaligus, yaitu mengindex dan juga melakukan pencarian ke dalam index

Teknologi ini adalah program pertama yang melakukan crawling, atau merambah internet. Dan akhirnya teknologi ini menjadi basis yang digunakan untuk membuat program-program web crawling saat ini. Dan semenjak saat itu, berbagai teknologi search engine mulai dikembangkan oleh masing-masing search engine.

Mulai tahun 1993 hingga 1998, beberapa search engine utama yang kita kenal saat ini mulai bermunculan, yaitu itu:

Excite – 1993
Yahoo! – 1994
Web Crawler – 1994
Lycos – 1994
Infoseek – 1995
AltaVista – 1995
Inktomi – 1996
Ask Jeeves – 1997
Google – 1997
MSN Search – 1998

Nah… itu tadi sejarah asal muasalnya search engine. Saat ini, search engine sudah semakin canggih. Search engine sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia internet. Tidak mengherankan memang, sebab search engine memberikan banyak kemudahan bagi pengguna internet.

Dengan search engine, kita bisa mencari dokumen atau apapun yang ingin kita temukan di internet. Kaga nyangka ya, hingga saat ini search engine udah berumur lebih kurang 17 tahun. Kalo boleh di ibarat sebagai seorang cewek, search engine saat ini sedang cantik-cantiknya. Maksudnye? Kaga tahu tuh… kaga nyambung aje… Apa Itu Search Engine?

Ada dua tim yang bekerja di search engine. Satu tim bekerja di bagian belakang, dan satu tim bekerja di bagian depan. Sekarang kita bahas tim yang bekerja di bagian belakang dulu.

Tim yang berada di bagian belakang, bertugas mengumpulkan informasi tentang suatu halaman yang ada di internet, atau biasa disebut dengan web page. Informasi yang dikumpulkan adalah:

Keyword atau kata kunci. Phrase atau kalimat. URL dari halaman yang bersangkutan. Link dari halaman lain yang mengarah ke halaman tersebut (link-in). Link dari halaman itu yang mengarah ke halaman lain (link-out).

Informasi keyword atau kata kunci ini dibutuhkan untuk menentukan tentang apakah sebenarnya topik utama dari suatu web page. Begitu juga informasi yang lainnya, nanti akan kite bahas ape gunenye.

Tim yang dimaksud disini sebenarnya bukanlah berupa orang atau kumpulan orang. Melainkan berbentuk software atau perangkat lunak atau biase disebut dengan program komputer. Tim ini diberi name Crawler, atau Spider, atau Robot. Tim ini akan menyimpan semua informasi yang telah dikumpulkannya kedalam sebuah Database. Sampe disini, berarti tugas tim ntu selesei.

Sekarang kita bahas tim atau program yang bekerja di bagian depan. Tim yang bekerja di bagian depan ini bertugas melayani user atau orang yang ingin menggunakan jasa dari search engine. Tim ini melengkapi dirinya dengan sebuah perangkat yang mereka butuhkan untuk berkomunikasi dengan si user tadi. Perangkat ini disebut antar muka atau interface.

Interface atau antar muka itu adalah apa yang tampak dihadapan kita saat kita mengunjungi search engine. Sebuah kotak untuk memasukkan atau mengetikkan kata/kalimat, dan sebuah tombol untuk mengeksekusi. Kotak dan tombol itulah yang dimaksud dengan interface atau antar muka. Melalui interface inilah, kita sebagai user bisa berkomunikasi dengan software yang digunakan oleh search engine tadi.

Saat seorang user memasukkan sebuah kata/kalimat kedalam kotak, kemudian mengklik tombol search, saat itulah tim yang berada dibagian depan tadi mulai bekerja. Tim ini akan mulai mencari kata/kalimat yang kita masukkan tadi. Tim yang ada dibagian depan ini, akan mencari kata/kalimat tersebut ke dalam database yang telah dibuat oleh tim yang berada di bagian belakang tadi. Database ini biasanya sudah disusun, diurutkan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Hingga tim yang bagian depan, yang mencari kata/kalimat tersebut, akan dengan cepat bisa menemukan kata/kalimat yang kita cari. Setelah tim bagian depan tersebut mencari kata/kalimat yang kita inginkan, maka kemudian tim tersebut akan melaporkan hasilnye kepada kita.

Kalo ternyata kata/kalimat tersebut ada didalam database, maka tim tersebut akan menampilkan sebuah halaman yang berisi berbagai halaman web yang mengandung kata/kalimat yang kite cari. Halaman ini disebut dengan SERP, singkatan dari Search Engine Result Page.

Jika anda telah tahu apa itu search engine atau mesin pencari, maka anda perlu tahu ilmu optimasi website di search engin atau dikenal SEO (Search engine Optimization).

READ MORE - Ini Dia Sejarah Seach Engine Optimization (SEO)

Thursday, December 6, 2012

Top 20 Do-Follow Website Social Bookmarking

Social Bookmarking
Top 20 Do-Follow Website Social Bookmarking, Saya tahu sebagian dari Anda membagi posting blog Anda pada top social bookmarking dan situs jaringan sosial. Bookmark posting blog adalah salah satu cara tercepat dan termudah untuk mendapatkan eksposur beberapa posting dan membiarkan orang tahu tentang konten terbaru Anda. Hampir semua blogger mengikuti rutinitas yang sama, yaitu mesahre posting mereka di Twitter dan profil Facebook halaman. Banyak juga yang menambahkan link mereka ke situs-situs bookmark populer lainnya seperti Digg dan Stumble Upon. Tapi apakah Anda tahu Anda akan jauh lebih baik dilayani Bookmarking posting Anda di situs bookmarking lainnya yang sering kurang dikenal?
Top Bookmarking Website menambahkan atribut No-Fllow untuk link share di anggotanya. Hal ini menyebabkan link tidak diindeks oleh mesin pencari terkemuka dan tidak memiliki efek pada Google Page Rank. Jadi pada dasarnya terpisah dari orang-orang yang melihat dan mengklik link itu. Anda tidak akan mendapatkan tingkatan apa-apa di jalan peringkat pencarian. Dengan bookmark pada 20 situs top tercantum di bawah ini, Anda akan mendapatkan link Anda diikuti oleh Google dan mesin pencari lainnya dan peringkat pencarian ditingkatkan begitu juga ranknya.

Top 20 Do-Follow Website Social Bookmarking

  1. Slashdot.org - Slashdot memiliki peringkat halaman Google 9 dan peringkat Alexa dari 1.272.
  2. Reddit.com - Reddit memiliki peringkat halaman Google dari 8 dan Alexa rank dari 244.
  3. Technorati.com - Technorati memiliki Page rank Google 8 dan peringkat Alexa dari 895.
  4. Mixx.com - Mixx memiliki Google Page Rank Dari 8 dan Alexa Rank dari 1.194.
  5. Folkd.com - Folkd memiliki Page rank Google 8 dan peringkat Alexa dari 2.691. 
  6. Metafilter.com - Metafilter memiliki Google Page Rank dari 7 dan peringkat Alexa dari 2.309.
  7. Wikio.com - Wikio memiliki Google Page Rank dari 7 dan peringkat Alexa dari 2.793
  8. Current.com - saat ini memiliki Google Page Rank dari 7 dan peringkat Alexa dari 3.749.
  9. Connotea.com - Conntea memiliki Google Page Rank dari 7 dan peringkat Alexa dari 4.628.
  10. Tipd.com - Tipd.com memiliki Google Page Rank dari 7 dan peringkat Alexa dari 12.098.
  11. Clipmarks.com - memiliki Google Page Rank dari 6 dan peringkat Alexa dari 3.524.
  12. dZone.com - Dzone memiliki Google Page Rank dari 6 dan peringkat Alexa dari 2.833.
  13. Buddymarkd - Buddymarks memiliki Google Page Rank dari 6 dan peringkat Alexa dari 5.722.
  14. Sphinn.com - Sphinn memiliki Google Page Rank 6 dari dan peringkat Alexa dari 7.110.
  15. Kirtsy.com - Kirtsy memiliki Google Page Rank dari 6 dan peringkat Alexa dari 8.351.
  16. Kwoff.com - Kwoff memiliki Google Page Rank dari 6 dan peringkat Alexa dari 18.455.
  17. A1-Webmarks.com - A1-Webmarks memiliki Google Page Rank dari 5 dan peringkat Alexa dari 4.929.
  18. Indianpad.com - IndianPad memiliki Google Page Rank dari 5 dan peringkat Alexa dari 7.386.
  19. Designfloat.com - DesignFloat memiliki Google Page Rank dari 5 dan peringkat Alexa dari 6.679.
  20. Spotback.com - SpotBack memiliki Google Page Rank dari 5 dan peringkat Alexa dari 7.703. 
Itu dia daftar Top Bookmasrkin Do-Follow, Alangkah baiknya luangkan waktu anda untuk menggunakan beberapa situs-situs di atas dan mendorong pembaca blog Anda untuk berbagi posting Anda dengan membuat link ke mereka. Anda dapat menambahkan Semua Sekaligus Dalam Satu alat bookmark sosial pada blog anda, 5 daftar link terbaik yang menyediakan layananitu.

Semua Sekaligus Dalam Satu Gadget Bookmarking Sosial.

  1. Add This
  2. Share This
  3. OnlyWire
  4. Add To Any
  5. Add To Social
Sedikit Tentang No-Follow 
Ini adalah Pernyata'an bagaimana mesin pencari utama melihat link Nofollow: 
"Google menyatakan bahwa mesin mereka mengambil" nofollow "secara harfiah dan tidak" mengikuti "link sama sekali. Namun, percobaan yang dilakukan oleh SEO menunjukkan hasil yang bertentangan. Studi ini mengungkapkan bahwa Google tidak mengikuti link tersebut, tetapi tidak indeks terkait-untuk halaman, kecuali hal itu dalam indeks Google sudah untuk alasan lain (seperti lain, non-nofollow link yang mengarah ke halaman). Yahoo! "mengikutinya", tetapi tidak termasuk dari perhitungan peringkat mereka. Bing menghormati "nofollow" dalam hal tidak menghitung link di peringkat mereka, tetapi tidak terbukti apakah atau tidak Bing mengikuti link. Ask.com juga mendukung atribut " 
Informasi di atas adalah dari Wikipedia Anda dapat melihat artikel lengkap di sini - Wikipedia No-Follow Pasal 
Oke jika Anda tahu situs bookmark peringkat yang lebih tinggi dibandingkan dalam daftar 20 situs Bookmarking diatas, beritahu kami.

sumber
READ MORE - Top 20 Do-Follow Website Social Bookmarking

Monday, December 3, 2012

Skema Pranala dan PageRank

Unjuk gigi dengan kosa kata baru yang diberi nama pranala. Pranala merupakan setiap bagian pautan/tautan informasi ke bagian informasi yang lain melalui internet, dimana dalam HTML tautan dilambangkan oleh elemen <a> (Pranala — Wikipedia.org). Sedangkan peringkat halaman lebih dikenal dengan istilah PageRank. Perlu menjadi perhatian bahwa “PageRank” yang dimaksud pada posting ini bukan dinilai dari peringkat 1 sampai 10. Tetapi lebih diarahkan kepada peringkat situs web atau blog dalam hasil pencarian. Bukan berita baru, tapi masih hangat sampai sekarang, apalagi dengan pembaharuan algoritma panda (Februari 2011)& kemudian disusul dengan penguin (April 2012) oleh Google.

Landasan Teori

Peringkat situs Anda dalam hasil pencarian Google sebagian didasarkan pada analisis situs-situs yang menautkan ke Anda. Kuantitas, kualitas, dan relevansi pranala mempengaruhi peringkat Anda. Situs yang menautkan ke Anda dapat memberikan konteks tentang subyek situs Anda, & dapat menunjukkan kualitas dan popularitas.

Kemudian dikatakan pula bahwa beberapa hal dari skema pranala yang dapat berdampak buruk pada peringkat situs web atau blog dalam hasil pencarian, antara lain:

  • Membeli atau menjual pranala yang lulus PageRank
  • Bertukar pranala secara berlebihan
  • Membuat pranala ke situs spammer atau yang tidak ada hubungannya dengan konten dengan maksud untuk memanipulasi PageRank
  • Membuat halaman mitra khusus untuk saling berbagi pranala.
  • Menggunakan program otomatis atau layanan untuk membuat pranala ke situs web atau blog Anda.

Apabila pranala dalam situs web atau blog kita termasuk dalam salah satu daftar di atas, kemungkinan besar mesin penelusur akan menganggapnya sebagai skema pranala yang negatif, kecuali:

  • Menggunakan robots.txt untuk memblok URL tersebut.
  • Penggunaan JavaScript.
  • Meta tag header <meta name=“robots" content=“nofollow"/> untuk seluruh halaman.
  • Atribut rel="nofollow" bagi pranala yang bersangkutan.
  • Pengalihan sementara URL melalui 302 (poin ini saya belum/tidak mengerti).

Studi Kasus

Bagaimana apabila sebuah posting dalam situs web atau blog menggunakan pranala yang merujuk kepada situs luar? Hal ini dapat berhubungan dengan sebagian/keseluruhan pemakaian teks dan/atau kode dalam isi posting.

Menurut Optimasi Blog bahwa Search Engine Optimization (SEO) bukan didasarkan pada penilaian yang kaku (‘saklak’) mengenai pemahaman makna sebenarnya dari SEO itu sendiri, seperti hanya melihat pada sudut mesin penelusur serta sejumlah usaha keras utak-atik untuk mendapatkan peringkat dalam hasil organik.

<a href="www.example.com">Optimasi SEO</a>

Dan pranala yang dimasukkan memiliki sedikit sekali hubungan dengan isi posting.

Contoh Skema Pranala

Bagaimana dengan kasus pranala dalam tubuh — header, footer, widget, atau sejenisnya — blog, seperti rekomendasi mitra & iklan (teks atau gambar)? Meskipun pada pranala rekomendasi mitra telah disebutkan secara implisit bahwa asal “tidak berlebih-lebihan”, namun — secara eksplisit — kita tidak tahu berapa jumlah pranala (eksak) yang dikategorikan “tidak berlebih-lebihan” tersebut. Sedangkan iklan teks maupun gambar (banner) digolongkan pada skema pranala yang negatif, sehingga direkomendasikan untuk menggunakan atribut <rel="nofollow">. atau menggunakan JavaScript.

Paragraf di atas pasti banyak menimbulkan kontradiksi, terutama bagi sebuah situs web atau blog yang biasa melakukan tukaran pranala (link), untuk langkah selanjutnya perlu agar tidak gegabah dalam menjalankan aktivitas timbal balik itu. Kemudian bagi situs web atau blog yang mungkin memiliki mata pencaharian dari iklan teks (blogroll atau gambar (banner), ini merupakan dilema & sangat menarik untuk kita diskusikan.

Bagaimana jika kita mendaftarkan situs web atau blog ke sebuah layanan direktori? Berdasarkan beberapa posting atau artikel yang saya baca, selama direktori itu tidak mengharuskan pendaftar menempatkan pranala timbal balik (reciprocal link) maka dapat dikaregorikan hal itu bukan termasuk dalam skema pranala yang negatif.

Bagaimana kedudukan pranala yang diletakkan dalam formulir komentar sebagai tanda tangan? Mari kita tinjau bersama hal ini melalui penerapannya secara nyata. Cobalah berkomentar di sebuah situs web atau blog (Blogger™) sebagai “Anonymous”, kemudian letakkan pranala promosi sebagai tanda tangan. Besar kemungkinan komentar itu tidak langsung tampil pada daftar komentar, oleh karena dianggap sebagai spam. Yah, walaupun setiap atribut dalam pranala komentar adalah <rel="nofollow">. Selanjutnya ini akan menjadi landasan pengelola untuk menghapus setiap komentar dengan melampirkan pranala tanda tangan promosi ke situs web atau blog komentator. Perlakuan yang sama juga mungkin diterapkan bagi para komentator yang memasukkan kata kunci pada nama, ketika berkomentar sebagai “Name/URL”. Apalagi jika isi komentar sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi posting.

Simpulan

Skema pranala yang lulus PageRank, boleh jadi akan menjadi acuan mesin penelusur dalam menilai sebuah konten dalam situs web atau blog, namun tidak harus selalu dilakukan jika kita memanfaatkannya dalam bentuk kutipan dan/atau mengulang posting (repost), baik dalam bahasa lokal maupun bahasa lain. Dan jelas ini merupakan penghargaan pada suatu hak cipta. Sedangkan di sisi lain, setiap usaha yang dilakukan untuk menghindari pranala dari indeks mesin penelusur — mungkin — hanya berlaku pada pranala yang sifatnya sebagai rekomendasi.

Sebagian/keseluruhan dari studi kasus di atas merupakan wacana bagi kita dalam memberi perlakuan pada beberapa skema pranala. Dan sadar atau tidak sadar masih banyak kasus nyata di luar sana yang mempunyai pola serupa, namun belum/tidak terungkap dalam uraian posting ini. Opini bukan merupakan jawaban, sehingga sangat layak dipromosikan sebagai bahan diskusi tanpa meninggalkan hal yang mendasar dari sebuah informasi, yakni “tidak menjadi pembenaran, tetapi menemukan kebenaran”.

Bahan Bacaan: Selengkapnya tentang beberapa bacaan yang terkait dengan posting ini dapat ditemukan pada Information about buying and selling links that pass PageRank oleh Matt Cutts & Maile Ohye — Webmaster Central Blog.

READ MORE - Skema Pranala dan PageRank

Thursday, November 29, 2012

Optimalisasi Konten dalam Blog

Sekedar kilas balik bahwa postingan ini tetap mengacu pada panduan umum Search Engine Optimization (SEO) & merupakan kelanjutan dari beberapa posting sebelumnya tentang judul dan deskripsi blog serta memperbaiki struktur blog. Hal ini kami lakukan agar informasi yang pengguna dapatkan tidak sepotong-sepotong, melainkan satu kesatuan posting yang tidak terpisahkan satu dengan lain.

Konten secara umum merupakan informasi yang tersedia melalui media dalam berbagai format. Apabila kita kaitkan dengan sebuah blog, maka ia meliputi semua isi yang terkandung dalam struktur markah pada suatu blog, baik dari kepala hingga kaki. Sedangkan penyempitan makna konten itu sendiri lebih tertuju pada aktivitas blogging, yakni posting. Hal itu tidaklah menjadi keliru sebab posting merupakan bagian dari isi konten utama dalam sebuah blog. Namun pada uraian ini, kita akan membicarakan konten dalam pengertian yang menyeluruh & tidak terbatas pada posting saja. Bagaimana konten yang dapat dikategorikan berteman dengan SEO (Search Engine Optimization)? Penting ditekankan bahwa konten Anda untuk pengguna, sedangkan faktor lain merupakan dampak yang dihasilkan.

Kualitas & Layanan Konten

Apa yang terpikirkan dari sub judul di atas? Ketika sebuah blog memiliki karakter unik, kesamaan topik dari awal sampai akhir maka ia akan mendapat pengakuan dari pembacanya. Selanjutnya tidak jarang akan menjadikan rekomendasi, apalagi jika posting yang diterbitkan merupakan sebuah informasi segar & menarik. Ilustrarsi singkat, pengguna ingin membaca tentang tips blogging. Ketika ia menemukan sebuah blog yang menyajikan informasi tersebut, ia akan mulai memindai apa saja isi yang terkandung di dalamnya, mungkin judul posting lain yang terdapat dalam widget, tata bahasa, markah, dan sebagainya. Disaat mata & pikiran pengguna telah menerima bentuk tampilan pada layar peramban, pada saat itu pula mereka mulai membacanya. Apabila antar posting memiliki keterkaitan dengan topik yang dibacanya, bukan mustahil pengguna akan ‘mengacak-acak’ seluruh konten serta akan menanti pembaharuan di blog tersebut. Dan ini boleh kita namakan sebagai kata kunci tertarget.

Kemudian perhatikan pula tata bahasa yang digunakan, oleh karena tidak semua pengguna berasal dari daerah atau negara kita, kecuali jika memang blog ditarget untuk pembaca tertentu. Dan bukan itu saja, pemahaman antar pengguna satu dengan lain mungkin akan berbeda pula. Coba teliti tentang pemahaman “markah” & “kode”. Satu pengguna mungkin akan mengetikkan “markah HTML”, sedangkan pengguna lain mengetik “kode HTML”. Meskipun informasi yang dimaksudkan sama, tetapi hasil yang didapatkan akan berbeda dalam mesin penelusur. Akan lebih baik jika kita memadukan frase tersebut, sehingga mengantisipasi perbedaan pemahaman pengguna. Hal ini integral dengan pemanfaatan ungkapan bahasa yang baik & benar dalam isi konten. Siapa yang menduga — walaupun ditarget untuk pembaca tertentu — pengguna lain dari berbagai daerah atau negara akan mengunjungi blog kita, sehingga merupakan upaya logis untuk mendukung sebuah konten agar dapat diterjemahkan dengan benar (hampir benar). Intinya maksud yang disampaikan oleh author serupa/sama dengan penerimaan yang didapat oleh pengguna.

Konten yang original, segar, & menarik tanpa memperhatikan tanda-tanda di dalamnya mungkin akan menimbulkan kesalah-pahaman bagi pembacanya. Untuk mengurangi hal itu kita dapat belajar menerapkan kode & markah yang semantik. Saya tidak menjelaskan detail tentang semantik, namun jika ingin mempelajari lebih lanjut, Anda dapat membaca pada tautan berikut:

Bagaimana menerapkan semantik dalam konten blog? Mungkin kita telah mengenal CSS dan struktur HTML, tetapi dalam posting jarang kita perhatikan. Sedikit tips untuk penerapan semantik dalam posting, saya biasa merangkum beberapa markah umum sebelum menulis dan menggunakan metode post editor “HTML” (bukan “Compose”).

<p></p>
<span class="amp">&amp;</span>
<a href=""></a>
<em></em>
<strong></strong>
&ldquo; &rdquo;
&lsquo; &rsquo;
&#45;
&ndash;
&mdash;
&trade;
<pre><code></code></pre>
<code></code>
<abbr title=""></abbr>
<span style=""></span>
<blockquote><p></p></blockquote>
<q></q>
<img class="" src="" alt="" width="" height="" style=""/>
<a href="" title=""><img class="" src="" alt="" width="" height="" style=""/></a>
<ul><li></li><li></li></ul>
<ol><li></li><li></li></ol>
<cite><a href="" title=""></a></cite>
<h3></h3>
<h4></h4>
<h5></h5>
<h6></h6>
<figure><img src="" alt="" width="" height=""/><figcaption></figcaption></figure>
<table><caption></caption><tr><th></th><th></th></tr><tr><td></td><td></td></tr></table>

Menulis Teks Jangkar yang lebih Baik

Teks jangkar tidak selalu berhubungan dengan kata kunci (keywords), ia merupakan sekumpulan teks atau kata yang mendeskripsikan sesuatu sehingga menjadi jelas seperti URL (Uniform Resource Locator), singkatan, gambar (detail pada sub judul “Optimalisasi Penggunaan Gambar”), dan sebagainya.

Demi sebuah kata kunci, saya rasa tidak perlu selalu ditunjukkan dengan memperinci kata kunci dalam berbagai gaya (style) seperti teks tebal, miring, pewarnaan dan lain-lain. Bahkan tidak jarang ditemui sejumlah kata kunci yang dicoret atau menggunakan garis bawah. Apa tujuannya? Agar perayap akan tersendat ketika melakukan pengindeksan pada kata kunci tersebut. Lalu bagaimana dari sisi pengguna? Apakah akan terasa nyaman membaca jika sebuah konten terlalu banyak kata kunci yang dihiasi dengan berbagai gaya atau bahkan tidak jarang menimbulkan kesalah-pahaman? Telah dijelaskan pada sub judul sebelumnya bahwa berusaha membuat sebuah konten untuk semantik akan mengantisipasi kesalah-pahaman, begitu pula dengan memberikan tanda-tanda tertentu pada suatu teks (tanda baca). Isi konten yang baik adalah yang mudah dimengerti & dipahami oleh pengguna, bukan sebaliknya. Apabila tidak, maka resiko pentalan akan semakin tinggi.

Teks jangkar pada tautan pun semestinya mendeskripsikan apa yang ia tautkan, sehingga tautan yang kita masukkan benar-benar berkualitas. Hindari penulisan teks jangkar pada tautan secara generik yang mengandung arti kurang jelas seperti halaman ini, artikel ini, klik di sini, dan sejenisnya. Dari sisi pengguna, tautan seharusnya mudah dibedakan dengan teks biasa, kerena nilai dari sebuah konten akan memudar jika pengguna tidak dapat membedakan itu atau pengelola mengkondisikan agar tautan tidak sengaja diklik oleh pengguna. Bahkan mungkin tanpa disadari, kita telah menciptakan tautan yang sebenarnya tidak perlu dimasukkan (dipaksa untuk bertaut) dalam sebuah konten.

Optimalisasi Penggunaan Gambar

Saya rasa untuk optimalisasi penggunaan gambar, para blogger pasti telah mengetahui pentingnya atribut alt. Atribut itu berfungsi sebagai ‘pembaca gambar’. Tinggal upaya kita untuk membuatnya lebih deskriptif & lebih bermakna bagi pembacanya. Jangan pula kita memasukkan deskripsi yang terlalu panjang atau hanya mengeksplorasi kata kunci dalam gambar. Gambar merupakan salah satu alat bantu untuk memberikan kemudahan bagi pengguna agar lebih memahami isi konten. Tetapi hal itu bukan berarti bahwa kita selalu menggunakan tautan gambar untuk navigasi di blog yang kita kelola.

Pergunakan Tag Heading dengan Tepat

Tag heading dimanfaatkan untuk menyajikan struktur pada halaman kepada pengguna, dimana ia tersusun mulai <h1> sampai dengan <h6>. Karena tag heading biasanya membuat teks yang terkandung di dalamnya lebih besar dari teks biasa pada suatu halaman, maka ini adalah isyarat visual kepada pengguna bahwa teks tersebut penting & bisa membantu mereka memahami sesuatu tentang jenis konten di bawah teks judul. Beberapa ukuran heading yang dapat kita digunakan dalam rangka menciptakan struktur hirarkis untuk konten blog, sehingga memudahkan pengguna untuk menavigasi isi dari konten tersebut.

Patut dijadikan catatan bahwa tidak semua teks dapat dikategorikan sebagai tag heading, adakalanya teks tebal atau miring lebih bermakna bagi teks tersebut. Kemudian jika sebuah teks kurang/tidak membantu dalam menentukan struktur halaman, sebaiknya tidak terlalu memaksakan memberi ‘label’ tag heading. Salah satu cara untuk menentukan sebuah struktur halaman dalam blog adalah menulis & berpikir secara outline. Yah, mungkin pengertian sederhananya adalah metode membuat kerangka karangan.

Judul sebuah posting seharusnya singkat dan deskriptif. Bukankah judul yang panjang lebih baik & menimbulkan daya tarik tersendiri? Mungkin dalam sedikit kasus, penekanan teks tertentu yang ditambahkan dapat berguna bagi pembaca. Tetapi jika judul posting yang singkat telah mampu mendeskripsikan isi yang terkandung dalam posting, mengapa kita berpikir untuk membuatnya menjadi panjang.

Simpulan

Berdasarkan dari uraian di atas maka dapat kita ambil generalisasi dengan detail sebagai berikut:

  • Konten seharusnya unik, nyaman dibaca, & mudah dipahami oleh pengguna untuk mengantisipasi atau mengurangi celah kesalah-pahaman.
  • Ketika kita telah memilih sebuah topik, tetapkan pengorganisasian isi konten agar selalu terkait dengan topik tersebut. Dan jangan lupa memprioritaskan untuk kemudahan pengguna, bukan untuk indeks mesin penelusur.
  • Teks jangkar yang singkat, tepat, dan deskriptif akan memberikan pengalaman yang positif bagi pengguna serta indeks yang baik bagi mesin penelusur untuk menyampaikan isi terkait. Begitu pula apabila kita dapat memberikan pembeda yang jelas antara teks biasa & tautan teks, sehingga hal-hal yang kurang/tidak diinginkan dapat diminimalisasi.
  • Lengkapi dengan atribut alt, apabila menggunakan media gambar sebagai tautan dan/atau isi konten dalam tubuh HTML (Hypertext Markup Language). Ini tidak termasuk gambar yang dikonfigurasi sebagai nilai dari suatu properti pada CSS (Cascading Style Sheets).
  • Pergunakan tag heading secara tepat untuk menekankan bahwa teks adalah benar-benar penting dan merepresentasikan struktur halaman.

“Menulis” ternyata tidak sekedar “menulis”, tetapi memiliki kedalaman makna yang terkandung di dalamnya. Standar merupakan impian bagi para blogger — termasuk saya — dan boleh jadi SEO turut sebagai pengiring. Tetapi hal tersebut mungkin tidak berarti tanpa memberikan tanda-tanda tertentu (semantik) dalam mengoptimalkan konten pada blog yang kita kelola dan yang terpenting adalah bagaimana informasi disampaikan dengan baik serta terstruktur, sehingga dapat diterima secara positif oleh pengguna.

READ MORE - Optimalisasi Konten dalam Blog

Sunday, November 18, 2012

Memperbaiki Struktur Blog

Struktur blog bukan hanya berkenaan dengan pengkodean template, namun harus dipandang sebagai keseluruhan sistem yang terintegrasi di dalam blog itu sendiri, seperti pengaturan, semantik, dan sebagainya. Ketika kita terfokus bahwa struktur blog merupakan sebuah pengkodean semata, maka jangan heran jika upaya keras yang kita lakukan hanya berkisar antara utak-atik untuk mendapatkan peringkat utama dalam hasil organik (baca kembali posting tentang pemahaman yang saklak tentang SEO).

Apakah Optimasi Blog mengada-ada, dengan selalu menghubungkan sesuatu dengan SEO? Saya tidak mengada-ada & ini mempunyai dasar sesuai dengan panduan umum Search Engine Optimization (SEO), dimana struktur blog adalah salah satu item yang mesti diperhatikan. Item dasar telah diterbitkan sebelumnya pada posting judul dan deskripsi dalam blog.

Untuk URL (Uniform Resource Locator) saya rasa semua blogger sudah mengenal & paham. Jika judul posting dikustomisasi dengan baik, maka alamat posting (permalink) yang terbentuk akan baik pula. Hindari bagi sejumlah permalink yang memasukkan kata kunci berulang-ulang (ditandai dengan URL berwarna merah) dan sama serta serupa pada sub domain atau root direktori yang berbeda (warna hijau).

h**p://namablog.blogspot.com/2012/11/seo-blog-seo-blog-seo-blog.html
h**p://namablog.blogspot.com/p/struktur-blog.html
h**p://namablog.blogspot.com/2012/11/struktur-blog.html

Membuat sebuah blog mudah untuk dinavigasi bukan berarti blog harus tampil minimalis. Selama pengguna & mesin penelusur dapat membaca dengan baik, maka blog tersebut dapat dikategorikan mudah untuk dinavigasi. Pemanfaatan beberapa elemen untuk membuat menu utama dan pengarsipan mempunyai nilai tersendiri untuk membantu pengguna menjelajahi konten. Bredcrumbs pun tidak jarang sebagai tolak ukur kemudahan bagi pengguna untuk menavigasi isi suatu halaman, terutama pada halaman yang kompleks. Mudah dinavigasi juga bermakna bahwa tautan-tautan — menu utama, arsip, bredcrumbs— tersebut aksesibel jika diklik (clickable). Ia akan mengarahkan pada halaman yang sesuai & tepat. Bagaimana jika alamat taut yang diklik tersebut tidak ada atau telah dihapus? Tempatnya adalah di halaman tidak ditemukan atau istilah kerennya “error404”.

Keberadaan peta situs (sitemap) sederhana yang merujuk ke semua halaman atau halaman yang penting (jika kita memiliki ratusan bahkan ribuan) di dalam blog dapat berguna. Hal ini akan sangat membantu pelacakan agar mesin penelusur menemukan halaman yang relevan. Silakan baca kembali posting tentang cara submit sitemap.

h**p://namablog.blogspot.com/sitemap.xml

Berikan kemudahan bagi pengguna untuk memindai & menjelajahi blog kita, jangan abaikan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Sedangkan mesin pencari telah mendapat bagian tertentu — apa yang harus dan tidak boleh diindeks — dengan bantuan peta situs (sitemap).

READ MORE - Memperbaiki Struktur Blog

Saturday, November 10, 2012

Judul dan Deskripsi dalam Blog

Kita pasti sering menggunakan mesin penelusur untuk mencari sesuatu yang dibutuhkan. Khusus untuk informasi posting, biasanya hasil pencarian akan menunjukkan judul, URL (Uniform Resource Locator), dan deskripsi. Opsional, jika kata kunci yang diketik oleh pengguna mempunyai kesesuaian yang sangat nyata dengan judul & deskripsi blog serta posting didalamnya, maka pada baris bagian bawah akan muncul rekomendasi beberapa tautan yang mengarah pada alamat blog tersebut atau lebih dikenal dengan sebutan sitelink.

Dari paragraf di atas, judul & deskripsi dalam blog merupakan unsur dasar dalam SEO yang meliputi dua elemen penting, yakni blog dan halaman blog. Setiap Judul haruslah unik dan akurat. Unik karena format struktur yang tidak mempunyai persamaan identik dengan judul lain dan akurat karena menggambarkan isi konten atau posting dalam sebuah blog. Sedangkan deskripsi merupakan ringkasan yang dapat didefinisikan untuk setiap halaman, mungkin berisi satu atau dua kalimat atau paragraf pendek.

Judul

Judul akan ditampilkan dalam hasil pencarian & ketika membuka halaman pada hasil penelusuran, maka judul akan tampil pada tab peramban. Begitu pula ketika pengguna mengetikkan kata kunci lebih spesifik, maka hasil pencarian akan menampilkan sesuai dengan kata kunci tersebut. Biasanya judul diindasikan dengan menggunakan title tag yang berada antara <head></head>, seperti yang telah diulas dalam Tips Search Engine Optimization (SEO) pada Blogger.com.

<title>
<b:if cond='data:blog.homepageUrl == data:blog.url'>
<data:blog.title/>
<b:else/>
<data:blog.pageName/> | <data:blog.title/>
</b:if>
</title>

Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam membuat judul:

  • Memilih judul yang secara efektif mengkomunikasikan topik dari konten halaman. Ini akan membantu mesin penelusur untuk menemukan obyek yang tepat, ketika pengguna mengetikkan kata kunci tertentu. Hindari penggunaan judul yang tidak ada hubungannnya dengan isi blog & menggunakan judul secara tersamar, seperti: “Tanpa Judul”, “Halaman Baru”.
  • Menggunakan judul yang unik di setiap halaman. Setiap halaman blog idealnya harus memiliki tag judul yang unik, sehingga mesin penelusur mengetahui bagaimana halaman tersebut berbeda dari yang lain.
  • Menggunakan judul yang singkat tapi deskriptif. Judul semestinya dapat dipersingkat & informatif, karena judul yang panjang mungkin tidak akan banyak membantu pengguna. Apalagi ketika sebuah judul dimasukkan kata-kata kunci yang tidak dibutuhkan serta berlebihan.

Deskripsi

Deskripsi dalam blog diwujudkan dalam description meta tags, dimana khusus untuk Blogger™ default akan berada pada markah <b:include data='blog' name='all-head-content'/>. Bagaimana jika tidak ada, mungkin karena modifikasi atau kustomisasi tiap template, maka kita dapat menambahkan secara manual.

<b:if cond='data:blog.metaDescription != &quot;&quot;'>
<meta expr:content='data:blog.metaDescription' name='description'/>
</b:if>

Deskripsi blog dapat kita kostumisasi melalui pengaturan pada dashboard Blogger™, seperti yang telah ditulis dalam posting Kustomisasi Setelan pada Preferensi Penelusuran. Sedangkan untuk halaman posting & statis, berada pada menu pengaturan sebelah kanan editor posting.

Deskripsi Halaman Posting atau Statis

Meta tag deskripsi berguna sebagai ringkasan dari keseluruhan isi blog dan “mungkin” mesin penelusur akan menampilkan deskripsi tersebut — jika benar-benar relevan — sesuai & cocok dengan permintaan pengguna. Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam membuat deskripsi:

  • Tulis desktipsi yang menginformasikan & demi kepentingan pengguna jika mereka melihat deskripsi tersebut sebagai potongan dalam hasil pencarian. Hindari menulis meta tag deskripsi yang tidak ada hubungannya dengan isi dari halaman, menggunakan deskripsi yang umum seperti “Ini adalah halaman web” atau “Halaman tentang blog”, mengisi deskripsi hanya dengan kata kunci, serta menyalin & menyisipkan seluruh isi dokumen ke dalam meta tag deskripsi.
  • Menggunakan deskripsi yang unik untuk setiap halaman, sehingga membantu mesin penelusur & pengguna untuk menemukan ringkasan yang jelas tentang apa isi halaman blog tersebut. Oleh karena halaman sebuah blog adalah unik, maka hindari penggunaan deskripsi tunggal untuk setiap halaman.

Sumber: General guidelines Search Engine Optimization (SEO).

READ MORE - Judul dan Deskripsi dalam Blog

Tuesday, November 6, 2012

Pemahaman yang saklak tentang SEO

Kita mempunyai suatu branding dan — tidak munafik — ingin dikenal. Bagaimana caranya agar dikenal? Yah, diberitahukan kepada orang-orang bahwa, ini adalah branding saya. Bagaimana orang itu tahu, kalau orang-orang sudah kenal dengan branding-nya — sebuah generalisasi sederhana — cari di mesin penelusur.

Umumnya SEO (Search Engine Optimization) merupakan usaha optimalisasi situs web atau blog agar mendapat perhatian dari mesin penelusur, sehingga ketika pengguna mengetikkan kata kunci tertentu, diharapkan halaman situs web atau blog tersebut akan muncul pada hasil pencarian. Apabila kita hanya terfokus pada frase kata mesin pencari, maka akan terjebak dengan pemikiran yang saklak tentang pemahaman makna sebenarnya yang terkandung dalam SEO itu sendiri. Sangat dimungkinkan timbul beberapa paradigma yang berpendapat bahwa SEO itu rumit, SEO itu perlu sekolah, & sebagainya. Kembali pada ilustrasi di atas, apakah hal tersebut akan menafikan proses SEO dalam aktivitas blogging Anda? Ya, tentu saja tidak. Terkecuali Anda adalah seseorang yang populer, memiliki banyak partner & follower atau hal-hal lain di luar kebiasaan.

Mungkin Anda adalah pembaca setia “Optimasi Blog”, kemudian pernah membaca beberapa posting tentang tips SEO. Mari kita kesampingkan dulu posting-posting itu & mulai dengan dua posting terakhir dengan label SEO, yakni Tips Search Engine Optimization (SEO) pada Blogger.com dan Tips SEO pada Blogger.com Bagian Kedua. Adakah hal-hal rumit tentang SEO? Apakah kita perlu menghitung jumlah kata dalam sebuah posting? Apakah satu atau lebih kata kunci harus ditekan secara berulang-ulang? Apakah dengan memberi tanda-tanda tertentu pada kata kunci akan meningkatkan peringkat pencarian?

Ketika kita mulai berpikir tentang pertanyaan-pertanyaan itu, maka kita pun akan terjatuh pada penilaian yang saklak akan makna sebenarnya dari SEO. Bukankah terdapat keterkaitan dengan “selalu dihubungkan dengan mesin pencari”? Antara keduanya memiliki keterkaitan yang jelas, namun dalam ruang lingkup yang berbeda. Daerah yang satu menggambarkan lingkup dalam sebuah branding, sedangkan yang lain diluar lingkup branding.

Ketika kita telah memutuskan tentang apa yang akan & patut dijadikan produk, sangat dimungkinkan pula kita telah menemukan merek yang tepat untuk produk tersebut. Jika dihubungkan dengan aktivitas blogging, produk yang dimaksud adalah berupa kumpulan catatan posting atau artikel. Selanjutnya, secara rutin posting — yang diterbitkan — diupayakan tidak terlepas dengan merek yang telah kita tetapkan. Satu keunikkan dari situs web atau blog telah muncul, yaitu merek & produk saling terkait. Ini adalah branding Anda.

Pengguna yang membutuhkan suatu informasi tertentu akan mencari pada mesin telusur dengan kata kunci yang ia butuhkan. Mungkin halaman situs web atau blog Anda akan muncul pada hasil pencarian & pengguna pun mengunjunginya. Ternyata halaman itu memang berisi informasi yang mereka butuhkan. Penyajian yang segar serta tersusun dengan bahasa yang baik, ia pun betah membacanya. Tidak menutup kemungkinan, pengguna akan membaca posting lain karena informasi yang dibutuhkannya memiliki keterkaitan.

Simpulan

Secara sadar atau tidak sadar, dimulai dari rancangan sebuah situs web atau blog sampai dengan pembaharuan posting yang sesuai serta terkait dengan tema, kita telah masuk ke dalam SEO. Oleh karena ia bukan hasil dari pemikiran yang saklak, harus mesin pencari atau sejumlah usaha keras utak-atik untuk mendapatkan peringkat dalam hasil organik. Tetapi lebih kepada target kebutuhan pengguna yang menjadi konsumen utama kita. Ketika blog ini berbicara tentang “SEO”, mungkin akan sesuai dengan pindaian Anda bahwa temanya adalah “Optimasi Blog”. Bagaimana jika menerbitkan tentang kisah “Selebritis”? Anda juga yang akan menilai.

READ MORE - Pemahaman yang saklak tentang SEO
 
Support : Website | valawax | ka-sale
Copyright © 2011. Pucelle Blog - All Rights Reserved
Template Created by anakmuDa Published by MybloG
Proudly powered by Blogger